Static Routing

 Topologi Jaringan

Topologi yang ditampilkan terdiri dari:

R1 terhubung ke jaringan 192.168.1.0/24 dan 12.12.12.0/24

R2 terhubung ke jaringan 192.168.2.0/24, 12.12.12.0/24, dan 23.23.23.0/24

R3 terhubung ke jaringan 192.168.3.0/24 dan 23.23.23.0/24

📘 Tujuan Static Routing

Tujuannya adalah:

Membuat routing ke semua network yang tidak direct connected dengan router kita.

Artinya, setiap router hanya tahu secara otomatis tentang jaringan yang langsung terhubung (directly connected) padanya.

Untuk bisa menjangkau jaringan lain, kita perlu menambahkan rute statis secara manual.

⚙️ Konfigurasi Routing Statis

Berikut contoh konfigurasi routing untuk setiap router:

🖥️ Router R1

Network yang tidak langsung terhubung:

192.168.2.0/24 (melalui R2)

192.168.3.0/24 (melalui R2 → R3)

Perintah di R1:

ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 12.12.12.2

ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 12.12.12.2

🖥️ Router R2

Network yang tidak langsung terhubung:

192.168.1.0/24 (melalui R1)

192.168.3.0/24 (melalui R3)

Perintah di R2:

ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1

ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 23.23.23.3

🖥️ Router R3

Network yang tidak langsung terhubung:

192.168.1.0/24 (melalui R2 → R1)

192.168.2.0/24 (melalui R2)

Perintah di R3:

ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 23.23.23.2

ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 23.23.23.2

📡 Kesimpulan

Routing statis berarti administrator menentukan sendiri jalur paket data.

Setiap router harus memiliki rute ke jaringan lain agar komunikasi end-to-end bisa terjadi.

Jika konfigurasi sudah benar, PC di jaringan 192.168.1.0/24 bisa berkomunikasi dengan PC di 192.168.3.0/24 meskipun lewat dua router (R1 → R2 → R3).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar